INGATAN PADA MUDAKIR Dengan paksaan “tendangan kaki” tepatnya, kupaksa motor itu untuk bersuara. Terlihat tua dengan using warna body nya. Cicauan burung tak ku hiraukan, sorotan matahari pagi dengan senyum mengembang, kubiarkan saja. Kuharapkan sepeda motor ini bersuara. Genjotan kaki dengan keras, membuatnya mengeluarkan suara khas dengan sedikit asap muntah dari knalpot yang sedikit berkarat itu. Begitu suara mesin berderu, dua orang yang telah menanti aksiku, langsung duduk di jok motor dengan tenangnya. Menelusuri desa masa kecilku, penuh cerita, masih dengan hamparan sawahnya yang luas. Pandangan hijau terbentang luas, sejauh mata memandang. Matahari baru beranjak dari peraduannya, sehingga menambah suasana menjadi sejuk. Itu semua kubiarkan, ku ingin menuju tempat itu. Nah, sebuah bangunan letter L tampak didepanku, membuatku menjalankan sepeda motor ke halaman rumputnya yang hijau. Pohon Akasia besar, menjadi pilihan bersandar. Ya, itulah tempat yang ingin ku tuj...
Memiliki Dunia Tanpa Kepemilikan