Langsung ke konten utama

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia
Kalimat adalah:
1.      Rangkaian kata yang diawali dengan huruf kapital
2.      Diakhiri tanda baca
3.      Minimal terdiri dari S (Subjek) dan P (Predikat)
Contoh : Ayah makan nasi
Subjek (Apa) dan Predikat ( Mengapa)
Misi Bahasa Indonesia

  • ·         Merasa bangga dengan bahasa Indonesia

  • ·         Wujudkan berbudaya dengan bahasa persatuan

  • ·         Kemahiran mahasiswa melalui pembelajaran bermutu

Sejarah Bahasa Indonesia
1.      Sebelum Kemerdekaan
o   Bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek bahasa Melayu
o   Bahasa Melayu sebagai  lingua franca (bahasa sehari-hari) di Kepulauan Nusantara dan Asia Tenggara.
Bukti berupa prasasti
di Sumatera
v  Prasasti Kedukan Bukit di Palembang tahun 683 M
v  Prasasti Talang Tuo di Palembang tahun 683 M
v  Prasasti Karang Birahi diantara Jambi dan Sungai Musi tahun 688 M
di Jawa Tengah
v  Prasasti Gandasuli tahun 832 M di Bogor
v  Prasasti Bogor tahun 942 M
ü  Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu berfungsi:
a.       Sebagai bahasa kebudayaan
b.      Sebagai bahasa perhubungan
c.       Sebagai bahasa perdagangan
d.      Sebagai bahasa kerajaan
Ø  Huruf yang dipakai untuk menuliskan bahasa Melayu → PALLAWA
Ø  Setelah masuknya Islam (abad 18 M) → huruf ARAB sampai abad 19 M
Pada Masa Penjajahan Belanda, bahasa Melayu tetap menjadi lingua franca, karena Belanda tidak menyebarkan bahasa Belanda ke Penduduk Pribumi.

Penyebab Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia,
a)      Bahasa Melayu sejak dulu menjadi lingua franca
b)      Bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari, tak ada tingkatan
c)      Suku-suku di Indonesia (Selat Jawa dan Selat Sunda) dengan sukarela menerima Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia
d)     Bahasa Melayu sanggup digunakan sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas





Note: materi ini dari Dra. Erna Rochiyati,M.Hum. Dosen Fakultas Sastra Universitas Jember

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAGU YA SAMAN PALEMBANG & LIRIK BESERTA ARTINYA

ini lagu tentang mangcek nyari bini ngelek gelumbang perahu bidar di sungi musi, jnganla lupo meli telok abang , cantek rupo penyabar dan baek ati, adek manis brambot panjang di koncet kepang, lika liku banyu batang hari sembilan , mengaler bermuaro ke sungi musi jugo , elok la ku ngai si rupo cindo menawan , muat kakak siang tekenag malem tejago , pulau kemoro mela sungi musi ke sungsang, nak ke pusri laju tesasar ke kali doni, badan saro pekeran resah ati teguncang, ngarep ke adek kalu be galak jadi bini, ay ya ya ya , ya saman, pecaknyo mudah tapi saro nian, ay ya ya ya , ya saman, nyari bini yang bener bener setolok'an, ay ya ay ya , ya saman , pecaknyo mudah tapi saro nian, ay ya ya ya , ya saman, nyari bini yang bener bener setolok'an, ay ya ya ya , ya saman, ya saman ya saman yaa saman, archamtha.blogspot.com nyelek gelumbang perahu bidar di sungi musi , jnganla lupo meli telok abang , cantek rupo penyabar dan baek ati, adek manis br...
Tema : Hobi ANTARA NGOPI, KOPI DAN HOBI Fino di kamar sempitnya yang tertata rapi. Fino bermain dengan laptopnya sambil meminum segelas kopi kesukaannya. Di sampingnya terdapat Stik Game yang tidak tercolokkan. Fino mengumpat sambil meremas pinggiran laptopnya “ huh, katanya main game tu seru. Apaan,udah gonta-ganti puluhan game aja, masih nggak enak.” Fino kemudian meminum segelas kopi panas dengan mata terpejam, “huft, enak”. Tiba-tiba Hape Fino bordering, lalu dia mengangkatnya. “ halo, ngapa Bud?” “ oh, Fin, aku punya game baru nih. Mantap bro, gem strategi sama petualangan. Mau nggak?” : “ halah, Bud. Kamu udah nawarin aku banyak game dari kemaren. Masih sama aja, nggak enak. Cuma numpuk di memori” “ aduh, fin. Kamu tu gimana tho. Anak muda bro” “males, ah Bud. Muak aku main game, nggak enak sama sekali” “ Nggak mau, nih?” “ Nggak, ah Bud. Enakkan ini” Fino kembali menghirup kopi miliknya dengan mata terpejam. ini enak banget. Kopi Pegunungan Asli. Heheheh” ” ha...
INGATAN PADA MUDAKIR Dengan paksaan “tendangan kaki” tepatnya, kupaksa motor itu untuk bersuara. Terlihat tua dengan using warna body nya. Cicauan burung tak ku hiraukan, sorotan matahari pagi dengan senyum mengembang, kubiarkan saja. Kuharapkan sepeda motor ini bersuara. Genjotan kaki dengan keras, membuatnya mengeluarkan suara khas dengan sedikit asap muntah dari knalpot yang sedikit berkarat itu. Begitu suara mesin berderu, dua orang yang telah menanti aksiku, langsung duduk di jok motor dengan tenangnya. Menelusuri desa masa kecilku, penuh cerita, masih dengan hamparan sawahnya yang luas. Pandangan hijau terbentang luas, sejauh mata memandang. Matahari baru beranjak dari peraduannya, sehingga menambah suasana menjadi sejuk. Itu semua kubiarkan, ku ingin menuju tempat itu. Nah, sebuah bangunan letter L tampak didepanku, membuatku menjalankan sepeda motor ke halaman rumputnya yang hijau. Pohon Akasia besar, menjadi pilihan bersandar. Ya, itulah tempat yang ingin ku tuj...